Selasa, 14 Januari 2020

Perbedaan Etika dan Etiket serta kepribadian - Konsep Pelayanan Prima


Etika dan Etiket
    Dua istilah etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari terkadang diartikan sama, dan dipergunakan silih berganti. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya, tetapi tidak sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya, yang satu lebih luas daripada yang lain.
    Secara etimologi, etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Etika berasal dari bahasa yunani, 'ethos', yang dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan, akhlak, moral, watak, perasaan, sikap, atau perilaku. Dalam bentuk jamak (ta etha) mempunyai adat istiadat, kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tertentu. Arti dalam bentuk jamak ini pada akhirnya menjadi latar belakang istilah etika. Etika selalu berlaku, baik sedang sendiri atau bersama orang lain. Misalnya larangan mencuri selalu berlaku, baik sedang sendiri atau ketika ada orang lain, atau barang yang dipinjam harus selalu dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa.
Sedangkan istilah etiket, berasal dari bahasa Pancis 'etiquette', yang berarti kartu undangan, yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta. Dalam perkembangan selanjutnya , istilah etiket berubah, bukan lagi berarti kartu undangan yang dipakai oleh raja-raja jika mengadakan pesta. Istilah etiket dewasa ini lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara berpakaian, cara duduk, cara menerima tamu dan sopan santun lainnya. Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Etiket menyangkut cara atau tata cara bagaimana suatu perbuatan harus dilakukan. Misalnya ketika menyerahkan sesuatu kepada orang lain; harus dengan menggunakan tangan kanan. jika menyerahkannya dengan tangan kiri, dianggap melanggar etiket.
    Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana Anda tidak seorang diri (ada orang lain disekitar anda). Bila tidak ada orang lain disekitar anda atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contoh, ketika anda sedang makan bersama dengan teman sambil meletakan kaki di atas meja makan, maka anda dianggap melanggar etiket. Tetapi kalau anda sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka anda tidak melanggar etiket.
Etiket sering disebut juga tata krama, yakni kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Etiket juga merupakan aturan-aturan konvensional mengenai tingkah laku individual dalam masyarakat beradab, dan juga merupakan tata cara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur relasi antar pribadi, sesuai dengan status sosial masing-masing individu. Etiket didukung oleh berbagai macam-macam nilai, antara lain:
  • Nilai-nilai kepentingan umum,
  • Nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, kebaikan,
  • Nilai-nilai kesejahteraan,
  • Nilai-nilai kesopanan, saling menghargai,
  • Nilai diskresi (discretion: pertimbangan) penuh pemikiran, mampu membedakan sesuatu yang patut dirahasiakan dan yang boleh dikatakan/tidak dirahasiakan.
    Pengertian tentang kepribadian bermacam-macam, namun pada prinsipnya, kepribadian adalah gambaran sikap dan perilaku manusia secara umum yang tercermin dari ucapan, perbuatan, tingkah laku, dan gerak langkah seseorangan yang dapat diamati untuk dapat diukur secara nyata.
Menurut Gordon W Allport (seorang psikolog), kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis yang unik dan khas pada diri individu, yang turut menentukan cara-cara penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Kepribadian seseorang selain dibentuk oleh faktor dari dalam (pembawaan), juga faktor dari luar (lingkungan). Kepribadian selalu berubah dan berkembang dari waktu ke waktu sejalan dengan fase-fase perkembangan kehidupan manusia. Perkembangan kepribadian bersifat khas, unik dan dinamis. Artinya, selama individu masih tetap hidup, belajar dan menambah pengetahuan, pengalaman serta keterampilan maka ia akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.

Faktor-faktor yang membentuk kepribadian
Kepribadian seseorang dapat terbentuk oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.
  1. Faktor biologis, merupakan hubungan sedarah yang berperan penting dalam pembentukan seorang seperti, otot, pembentukan kerangka, parawakan (tinggi/pendek), anggota tubuh dan fungsinya, warna kulit, serta kemampuan nalar seperti kecerdasan, kemampuan berpikir dan menganalisis serta daya insting.
  2. Faktor kultural dan peradaban, merupakan faktor sejarah hidup manusia dalam peradaban dan kebudayaan, yang menyangkut kumpulan nilai-nilai, konsep-konsep, pengetahuan dan kebiasaan manusia dalam hidup bermasyarakat.
  3. Faktor pendidikan, pendidikan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Dengan latar belakang pendidikan tertentu, maka seseorang dianggap mampu menduduki suatu jabatan. Pemahaman akan kepribadian seseorang juga dapat dilihat dari pendidikan yang dimilikinya.
  4. Faktor keluarga, merupakan hal terpenting dalam pembentukan kepribadian seseorangm karena dari keluargalah awal seseorang belajar melakukan interaksi dengan orang lain, belajar mengenal adat istiadat, budaya, norma-norma, etika, dan nilai-nilai tradisi yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
  5. Faktor sosial dan lingkungan, status sosial dam lingkungan pergaulan (seperti keluarga, sekolah, tempat tinggal, budaya, adat istiadat), juga mempunya pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian.


Jenis-jenis Kepribadian
Berdasarkan fungsinya, ada empat jenis kepribadian, yaitu:
  1. Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal sehat.
  2. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.
  3. Kepribadian emosional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
  4. Kepribadian sensitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehingga seseorang cepat beraksi.


Sedangkan berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan terdapat tiga jenis kepribadian, antara lain sebagai berikut.

a. Tipe ekstrovert dan introvert
  • Ekstrovert, seseorang dengan kepribadian ekstrovert memiliki sifat terbuka, dan berorientasi ke dunia luar, sehingga sifatnya ramah, senang bergaul, dan mudah menyesuaikan diri. Di lingkungan pekerjaan ia lebih suka bekerja dengan banyak orang, suka berterus terang, aktif mengeluarkan ide-ide dan pandai mengajak orang lain mengikuti ide dan kehendaknya.
  • Introvert. Seseorang dengan kepribadian introvert memiliki sifat tertutup dan berorientasi kepada diri sendiri, sehingga sifatnya pendiam, jarang bergaul, suka menyendiri, dan sukar menyesuaikan diri. Walaupun dalam bekerja ia sangat individualistis, namun orang yang introvert biasanya dapat bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan serta dapat diandalkan.
  • Seseorang tenaga pelayanan haruslah memiliki kepribadian yang menarik. Berdasarkan dari jenis kepribadian di atas, jenis ekstrovert lebih cocok untuk seorang tenaga pelayanan, karena dalam melakukan transaksinya dengan pelanggan, seorang tenaga pelayan harus sopan santun, selalu ceria dan gembira, bijaksana, mudah bergaul, penuh inisiatif, dan perhatian.

b. Tipe keras hati dan perasa
Seseorang dengan tipe keras hati memiliki ciri-ciri tegas, sanggup melaksanakan semua pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab, karena selalu berorientasi pada prestasi. Sedangkan seorang perasa merupakan seorang yang ramah, hangat, penyayang, dan suka memikirkan kepentingan orang lain, suka berbagi dan bekerja sama. Namun karena sifatnya tersebut, seringkali orang lain memanfaatkan kebaikannya karena orang yang perasa bukan orang yang ambisius, tidak mencari pengaruh sosial dan menghindari sorotan masyarakat.

c. Tipe penurut dan kreatif
Seseorang dengan tipe kepribadian penurut adalah orang yang bersahaja, lembut dan sederhana. Ia biasa-biasa saja dan tidak pernah menganggap dirinya orang yang kreatif, padahal sebetulnya ia terampil dan mengikuti perkembangan jaman. Ia lebih suka berhubungan dengan hal-hal yang ia ketahui sebelumnya. 
Seseoranng kreatif adalah orang yang menyukai perubahan, memiliki banyak ide, suka mencoba hal-hal yang tidak umum/biasa. Ia juga anti kemapanan dan selalu mencari cara baru dalam berbagai hal, karena itu orang kreatif sering dianggap orang pikirannya berada di awang-awang.

(Handi Wijayadi)

Sabtu, 28 Desember 2019

Komunikasi Verbal dan Nonverbal, Fungsi Komunikasi dan Estetika Berbicara - Unsur-unsur Komunikasi


Dalam dunia Bisnis, komunikasi termasuk faktor yang penting bagi pencapaian tujuan organisasi. Seseorang pimpinan perusahaan harus berkomunikasi dengan bawahannya, baik dalam suatu rapat kerja ataupun membuat persetujuan berbagai surat-surat bisnis, maupun ketika melakukan negosiasi sehingga mendapatkan kesepakatan berupa kerja sama dengan pihak luar. Demikian juga dengan karyawan, mereka saling berkomunikasi antar teman sejawat, berkomunikasi dengan atasan, bahkan petugas pelayanan melakukan komunikasi dengan pelanggan. Jika jalinan komunikasi berjalan baik, suasana kerja akan menyenangkan, dan citra perusahaan di mata pelanggan pun akan baik. Dengan suasana kerja yang demikian, akan dapat diharapkan hasil kerja yang memuaskan, dan tujuan utam dari organisasi bisnis dapat tercapai.
Komunikasi adalah proses yang melibatkan seseorang untuk menggunakan tanda-tanda (alamiah atau universal) berupa simbol-simbol (berdasarkan perjanjian manusia) verbal atau nonverbal yang disadari atau tidak disadari yang bertujuan untuk memengaruhi sikap orang lain. Secara sederhana, pengertian komunikasi adalah rangkaian proses pengalihan informasi dari satu orang kepada orang lain dengan maksud tujuan tertentu. Komunikasi dapat terjadi dalam bentuk komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal.


1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain, baik melalui tulisan maupun lisan. Komunikasi verbal dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Berbicara dan Menulis (Speaking and Writing)
Tidak semua pesan dapat disampaikan secara lisan dengan tepat. Pesan yang penting dan kompleks umumnya disampaikan dengan menggunakan tulisan. Tulisan untuk tujuan bisnis dapat berupa surat perjanjian kontrak kerja, laporan kerja maupun memo.

b. Mendengarkan dan Membaca (Listening and Reading)
Pada umumnya orang lebih suka memperoleh atau mendapatkan informasi daripada menyampaikan informasi. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi dua arah. Untuk itu, Keterampilan mendengar dan membaca sangat diperlukan.

2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language) atau bahasa tubuh (body language). Allan pease (penulis buku-buku psikologi) menguraikan, bahasa tubuh juga terdiri kata-kata, kalimat, dan juga tanda baca. Setiap gerakan tubuh dapat diumpamakan dengan satu kata. Sebagai contoh, mengangguk untuk menyatakan persetujuan, mengepalkan tangan untuk menyatakan kemarahan, dan sebagainya.
Pemberian arti terhadap kode nonverbal sangat dipengaruhi oleh sistem sosial budaya dari masyarakat yang menggunakannya. Misalnya, di Indonesia mengangkat jempol berarti terbaik, tetapi ini berarti tidak senonoh di Italia. Contoh lainnya, di Amerika, membuat lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk sementara ketiga jari lainnya berdiri, mengandung arti 'oke', namun di Paris mengandung arti 'kamu tidak berharga', sementara di Jepang dan Filipina isyarat ini berarti 'uang'.
Komunikator yang kreatif tentu saja memiliki beberapa alat komunikasi untuk menyampaikan kata yang membentuk arti, bagaimana mengubah situasi menjadi lebih menarik, memperkuat kata-kata dengan gerak isyarat dan tindakan sehingga mampu menghidupkan suasana. Jika berbicara seseorang hanya mengandalkan kata-kata lisan saja, tanpa disertai dengan ekspresi wajah, gerak tubuh serta penampilan yang lugu atau kaku, tentunya sangat membosankan dan monoton. Tingkah laku nonverbal yang sering mewarnai komunikasi adalah sebagai berikut.
 
a. Kinetik
Perilaku kinetik meliputi gerak tubuh, seperti gerakan badan, gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, dan gerak mata.
b. Paraguistik
Paraguistik adalah jenis komunikasi yang berkaitan dengan cara seseorabng mengucapkan atau menyampaikan pembicaraan dan sekaligus menunjukan keadaan emosi dan sikapnya.
c. Proksemik
Proksemik adalah keterkaitan individu yang berhubungan dengan keadaan diri dalam lingkungan atau ruang, contohnya:

  • Pengaturan perlengkapan ruangan (meja, kursi),
  • Pengaturan posisi tempat duduk, dan
  • Pengaturan jarak antara komunikator dengan komunikan

Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi secara umum antara lain sebagai berikut.

  1. Informasi, seseorang dapat mengetahui keadaan yang terjadi di luar dirinya melalui kegiatan menyimpan data, fakta, opini dan komentar.
  2. Sosialisasi, menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan, cara bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang ada.c. Motivasi, Mendorong seseorang untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang mereka baca, lihat, dan dengar.
  3. Bahan diskusi, komunikasi menyediakan informasi untuk mencapai persetujuan dalam hal perbedaan pendapat yang menyangkut orang banyak.
  4. Pendidikan, Komunikasi membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, formal maupun informal.
  5. Memajukan kebudayaan, komunikasi dapat menyebarkan hasil-hasil kebudayaan melalui media massa, aneka program siaran atau penerbit buku.
  6. Hiburan, melalui berbagai macam cara atau media, komunikasi telah banyak dijadikan alat hiburan dalam rumah tangga.
  7. Integrasi, Menjembatani perbedaan antarsuku bangsa maupun antarbangsa  dalam upaya memperkokoh hubungan dan pemerataan informasi. 
Estetika Berbicara
Seorang komunikator harus dapat menggunakan estetika berbicara untuk menarik perhatian lawan bicara/ komunikan. estetika berbicara di antaranya terdiri dari beberapa hal sebagai berikut.
Setiap kata diucapkan dengan jelas dan tepat, Jangan ragu-ragu karena justru akan menimbulkan ketidakjelasan.
Sampaikan materi pembicaraan dengan tidak monoton (berirama). Berikan tekanan pada kata-kata atau kalimat tertentu yang dianggap penting.
Komunikator harus bersemangat dalam menyampaikan materi pembicaraan, sehingga komunikan akan terbawa semangat untuk mendengarkan.
Gunakan nada suara yang cukup terdengar oleh lawan bicara. Hindari menggunakan nada suara yang tinggi ataupun nada suara rendah.
Gunakan ekspresi wajah dan tubuh yang sesuai dengan isi pembicaraan.

Selain yang disebutkan diatas, hendaknya seorang komunikator jangan memotong pembicaraan orang lain dan memonopoli pembicaraan.

Unsur-Unsur Komunikasi

Terdapat beberapa unsur dalam proses komunikasi. Jika salah satu dari unsur tersebut tidak ada, proses komunikasi tidak dapat berlangsung dengan baik. Komunikasi terdiri dari 5 (lima) unsur, yaitu sebagai berikut.

  1. Communicator (komunikator), yaitu orang atau pihak yang mengirim informasi. Sebagai pengirim berita atau pesan, komunikator harus berusaha mengemukakan hal-hal yang terkandung dalam pikirannya dengan baik sehingga pesan mudah dipahami. Komunikator juga harus memerhatikan kepad siapa pesan/berita disampaikan, dengan mempertimbangkan tingkat pengetahuan dan pengalaman pihak penerima pesan.
  2. Communicatee (komunikan), yaitu orang atau pihak penerima pesan. Penerima pesan tentunya harus menafsirkan pesan atau berita yang diterima seperti apa yang dimaksud oleh pengirim pesan.
  3. Messages, yaitu informasi, berita, atau pesan yang dikirim. Isi pesan atau berita harus jelas sehingga yang dimaksud komunikator dapat diterima oleh komunikan. Pesan disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti perintah, permintaan, pendapat, saran, atau usul, baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk gambar, kode, dan sebagainya.
  4. Transmits, yaitu prosedur pengirim pesan. Prosedur pengirim pesan adalah proses pengiriman pesan menyangkut sarana dan media yang dipakai dalam mengirim pesan atau berita, tergantung pada jenis dan sifat berita atau pesan yng akan disampaikan.
  5. Responses, yaitu reaksi, umpan balik (feedback), atau tanggapan dari komunikan. Dengan adanya respons dari penerima berita, komunikator dapat mengetahui apakah berita yang dikirim dapat dimengerti oleh komunikan. Sehingga terjadi two ways communication atau proses komunikasi dua arah.
Bagan alur komunikasi

Proses komunikasi pada hakikatnya adalah menyampaikan pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran dapat merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan dapat berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.

Rabu, 25 Desember 2019

Contoh Laporan PPL di Departement PPIC PT. Alkindo Naratama Tbk





Praktek Pengalaman Lapangan atau sering disebut PPL adalah kegiatan praktikum perguruan tinggi yang dilakukan mahasiswa dalam melaksanakan praktek di sebuah instansi. kegiatan PPL di pertanggung jawabkan oleh mahasiswa dalam bentuk laporan. Berikut contoh laporan PPL di Departement PPIC di PT. Alkindo Naratama Tbk.



Link Download


Jangan lupa share yah :)

Minggu, 22 Desember 2019

Lembaga Manajemen Keuangan Syariah - Ekonomi Syariah


Manajemen keuangan syariah dari segi lembaganya, meliputi sebagai berikut.

1. Lembaga Keuangan Bank
Keuangan bank merupakan lembaga yang memberikan jasa keuangan yang lengkap, lembaga keuangan bank secara operasional dibina atau diawasi oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia. Adapun pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip syariah yang dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Lembaga keuangan bank terdiri atas berikut ini.

a. Bank umum syariah
Bank umum merupakan bank syariah dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.


Baca juga: Laporan keuangan syariah dan konvensional

b. Bank pembiayaan rakyat syariah

Bank pembiayaan syariah berfungsi sebagai pelaksana sebagian fungsi bank umum, tetapi ditingkat regional dengan berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Pada sistem konvensional dikenal dengan bank perkreditan rakyat. Bank pembiayaan rakyat syaria merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan.

2. Lembaga Keuangan Non-Bank
Lembaga keuangan non-bank merupakan lembaga keuangan yang lebih banyak jenisnya dari lembaga keuangan bank, Pembinaan dan pengawasan dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip syariah dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Lembaga keuangan syariah non-bank antara lain sebagai berikut.

a. Pasar Modal

Pasar modal merupakan tempat pertemuan dan melakukan transaksi pencari dana (emiten) dan para penanam modal (investor). Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah efek-efek seperti saham dan obligasi, artinya jika diukur dari waktunya modal yang diperjualbelikan adalah modal jangka panjang. Pasar modal mencakup underwriter, broken, dealer, guarantor, trustee, custdian, jasa penunjang. pasar modal Indonesia diramaikan juga oleh pasar modal syariah yang diresmikan tanggal 14 maret 2003 dengan aturan pelaksanaan operasionalnya diawasi oleh Bapepam-LK, sedangkan untuk prinsip syariah pasar modal diatur oleh Dewan Syariah Nasional-MUI.

b. Pasar Uang
Pasar uang syariah juga ikut hadir melalui kebijakan Operasi Moneter Syariah dengan instrumen, antara lain adalahh Sertifikan Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dengan instrumen Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (IMA) yang operasional diatur oleh Bank Indonesia (BI), sedangkan pemenuahan prinsip syariah pasar uang diatur oleh Dewan Syariah Nasional-MUI.

c. Asuransi
Asuransi syariah (takaful, tadhamun, atau ta'min) merupakan usaha saling melindungi dan juga usaha saling tolong-menolong di antara sejumlah pihak atau orang melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru' yang memberikan pola pengambilan untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah akad. Sesuai dengan syariah artinya tidak mengandung unsur gharar (penipuan), maysir (judi), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat. Perusahaan asuransi syariah, reasuransi syariah dan broken asuransi telah ikut memarakan usaha perasuransian di Indonesia.

d. Dana Pensiun
Dana pensiun merupakan kegiatan mengelola dana pensiun dari pemberi kerja. Dana pensiun di himpun melalui iuran potongan gaji karyawan. Setelah itu dana yang terkumpul oleh dana pensiun diusahakan lagi dengan menginvestasikan lagi ke berbagai sektor yang menguntungkan. Perusahaan yang mengelola dana pensiun dapat dilakukan oleh bank atau lainnya. Dana pensiun syariah di Indonesia, baru hadir dalam bentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang diselenggarakan oleh beberapa DPLK bank dan asuransi syariah.

e. Modal Ventura
Modal ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi. Jenis ini relatif masih baru di Indonesia. Didalam usahanya banyak memberikan pembiayaan tanpa jaminan yang pada umumnya tidak diberikan pelayanan oleh lembaga keuangan lainnya. Modal ventura syariah menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Minggu, 15 Desember 2019

5 Keuntungan Mengikuti Bimbel atau Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar atau disingkat bimbel merupakan pelajaran tambahan diluar jam sekolah yang diberikan orang tua kepada anaknya. Ada banyak cara orang tua memberikan pelajaran tambahan kepada anaknya, ada yang memasukannya ke instansi bimbel, menyewa guru ke rumah, atau pada jaman sekarang ada yang namanya bimbel online. Tujuan bimbel adalah mengasah kemampuan siswa agar lebih memahami materi pelajaran di luar jam sekolah, dan bisa menyelesaikan tugas-tugas dan ujian yang diberikan sekolah dengan baik. Namun mengikuti bimbel tidak gratis, orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikuti kegiatan bimbel tersebut. Akan tetapi hal itu sebanding dengan keuntungan yang akan di dapat oleh siswa jika mengikuti bimbel. Berikut keuntungan siswa mengikuti bimbel ala peringkat kelas.



1. Selangkah lebih maju dari pelajaran sekolah
Sesuai pengertiannya bimbel merupakan bimbingan belajar atau pelajaran tambahan yang diterima oleh siswa yang artinya pelajaran yang diberikan selangkah lebih maju dari pelajaran yang diajarkan di sekolah. Jika pelajaran di sekolah masih membahas tentang A maka di bimbel akan menuju pembahasan B. Hal ini menjadi keuntungan untuk siswa mendapatkan prestasi dan mendapat predikat juara di kelasnya.


2. Dapat lebih memahami pelajaran
Sama halnya dengan point yang pertama, keuntungan mengikuti bimbel juga dapat memahami pelajaran yang tidak di mengerti di sekolah. Jika siswa mempunyai masalah tentang pelajarannya siswa dapat menanyakan langsung ke guru bimbel agar siswa dapat mengerti tentang pelajaran tersebut.

3. Menggunakan waktu luangnya dengan sangat baik
Keuntungan selanjutnya mengikuti bimbel adalah siswa dapat menggunakan waktu luangnya dengan sangat baik, yang artinya siswa tidak hanya menggunakan waktunya untuk bermain tetapi juga menggunakan waktunya untuk belajar juga. Hal ini pasti menjadi sesuatu yang positif untuk siswa lebih maju, namun orang tua pun harus memberikan waktu juga untuk siswa bermain bersama teman-temannya karena siswa pun membutuhkan hal tersebut untuk berkembang.

4. Mendapatkan teman-teman baru
Mendapatkan teman baru tentunya menjadi sebuah keuntungan untuk siswa, karena teman bisa menjadi tempat yang baik untuk siswa berkomunikasi tanpa adanya keraguan. Pada saat mengikuti bimbel pun siswa akan di hadapkan dengan teman-teman baru yang membantu atau saling tolong menolong dalam masalah pelajaran atau di luar pelajaran. Mendapatkan teman baru mungkin adalah sebuah keuntungan yang sangat besar yang di dapat oleh siswa karena mempunyai banyak teman semakin mudah kita menyelesaikan masalah di sekolah maupun luar sekolah.

5. Lebih dekat dengan guru pengajar
Tidak heran guru pengajar di bimbel selalu akrab dengan muridnya, hal ini mungkin karena sang guru sering bertemu atau berkomunikasi secara langsung dengan muridnya. Hal ini menyebabkan siswa lebih dekat dengan guru pengajarnya.

Itu dia lima keuntungan mengikuti bimbingan belajar, bimbel bukan berarti menjadikan kita orang yang sangat over atau sangat menyukai tentang pelajaran. Namun jadikanlah bimbel sebagai ladang ilmu karena kita jika hidup di dunia tanpa ilmu kita tidak akan menjadi apa-apa. Ada baiknya bagi orang tua mengikutsertakan anaknya mengikuti bimbel karena banyak sekali keuntungan yang akan didapat untuk anaknya ketika mengikuti bimbel tersebut. 

Rabu, 11 Desember 2019

Gempa !! Jangan panik, lakukan hal ini ketika gempa - Tips Pintar

Gempa adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi atau kerak bumi. Gempa bisa datang kapan saja, tidak ada yang bisa memprediksi kapan gempa akan datang. Karena itu, kita perlu mengetahui apa yang harus kita lakukan agar selamat dari bencana tersebut. Berikut beberapa saran:


Sebelum Gempa

1. Mengetahui secara teliti jalan/rute keluar masuk dalam keadaan darurat diimanapun kita berada. Ingat gempa dan musibah lainnya dapat terjadi sewaktu-waktu.
2. Meletakan barang yang lebih berat di tempat yang stabil dan tidak di gantung.
3. Jika mempunyai saluran gas (pipa gas) pastikan tidak terpasang bila tidak dipergunakan. Gempa bisa menyebabkan pecahnya pipa sehingga aliran gas keluar, dan jika terkena api akan menyebabkan kebakaran.

Saat Gempa
1. Jika berada di dalam ruangan, tetaplah tenang. Jangan panik dan tergesa-gesa berlari ke luar. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau dekat pintu. Jauhi tempat-tempat yang mungkin menyebabkan luka seperti kaca, pipa gas, atau benda-benda yang bergantung yang mungkin akan jatuh menimpa.
2. Jika berada diluar rumah: menjauhlah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon, atau dinding. Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempa sudah berhenti Karena tidak mustahil gempa yang menyebabkan runtuhnya bangunan masih dapat terjadi.
3. Jika berada ditengah keramaian dalam ruang: jangan turut berdesak-desakan mencari jalan keluar. Lebih baik mencari jalan keluar yang aman.
4. Jika berada didalam mobil, tetaplah di dalam mobil sambal kita pinggirkan mobil. Janganlah berhendi di atas jembatan atau di bawah jalan layang. Jika gempa telah berhenti, janganlah langsung melintas jalan layang/jembatan yang membentang sebelum dipastikan kondisinya masih aman.


Setelah gempa
1. Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca atau bahan-bahan yang membahayakan kaki.
2. Periksalah apakah ada luka yang memerlukan perawatan segera.
3. Periksalah aliran/pipa gas untuk mengetahui adanya kebocoran. Jika tercium bau gas usahakan segera menutup sumbernya dan jangan menyalakan api atau merokok.
4. Periksalah kerusakan pada bangunan yang mungkin terjadi.
5. Melihat informasi dari pemerintah untuk mengetahui bahwa kondisi telah dipastikan aman.
6. Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadinya gempa-gempa susulan.

Intinya kita tidak boleh panik ketika terjadi gempa, berpikir tenang dan mencari tempat yang aman untuk menyelamatkan diri. Pada dasarnya kita tidak pernah tahu kapan bencana gempa akan terjadi, tidak ada manusia yang mengetahui atau dapat meramalkan kapan bencana tersebut dapat terjadi. Berdoalah agar kita selalu di lindungi dan diberi keselamatan oleh Allah SWT.