Selasa, 26 Maret 2019

Makalah Inovasi Terbuka | Inovasi Bisnis


BAB I
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan IPTEK, masyarakat telah mengalami perubahan pada setiap aspek kehidupannya. Perubahan adalah suatu bentuk yang wajar terjadi, bahkan para filosof berpendapat  bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang abadi kecuali perubahan. Inovasi memegang  peranan  penting dalam pertumbuhan perusahaan dan menguasai persaingan. 


Beberapa contoh  perusahaan yang mengelola  inovasi dengan baik adalah Apple,  Google dan Lego.Seorang wirausaha memerlukan manajemen Inovasi untuk mengatur ide-ide hasil kreatifitas dan inovasi yang mungkin dapat menjadi sangat banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar sesuai dengan pengembangan usaha, melalui sistem yang terstruktur, sistematis, efisien, dan berkelanjutan. Perlu disadari oleh wirausaha, bahwa dari 1000 ide yang brilian, mungkin hanya satu yang menjadi inovatif. Untuk menghasilkan 100 jenis produk dalam satu tahunnya, maka dibutuhkan 100.000 ribu ide brilian. Banyaknya ide tersebut, akan menuntut manajemen inovasi yang baik untuk menghindarkan ide-ide yang menumpuk dan terlambat untuk diperkenalkan dipasar.
Kesalahan dalam meluncurkan produk dan jasa atau terlambat diperkenalkan kepada pasar maka akan menimbulkan potensi kehilangan pendapatan dan kehilangan kemampuan bersaing dengan yang lain.
Wirausaha juga harus menyadari bahwa, banyak perubahan fundamental bagaimana perusahaan menghasilkan ide dan nilai-nilai baru. Hal ini sangat penting mengingat wirausaha baru khususnya mahasiswa mengetahui apa yang sudah terjadi dalam manajemen inovasi yang dikembangkan oleh perusahaan yang unggul bahkan pesaing yang sudah ada terlebih dulu.
Setiap organisasi, baik di sektor bisnis maupun publik, termasuk di dunia pendidikan tinggi perlu berinovasi, dan berubah sejalan dengan waktu, untuk tetap relevan dalam industri mereka dan tetap menarik bagi basis pelanggan mereka. Langkah pertama yang baik untuk setiap organisasi adalah membangun inovasi dalam model usaha mereka, dan untuk melakukan hal tersebut kita perlu memilih pendekatan inovasi, antara inovasi terbuka dan inovasi tertutup. Perbedaan esensial antara inovasi terbuka dan tertutup pada dasarnya terletak pada kesediaan untuk berbagi nilai-nilai inovasi. Pendukung inovasi terbuka berpendapat bahwa bekerjasama dengan pihak luar, dan berbagi pengetahuan, penelitian dan pengembangan, adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan potensi secara penuh dari upaya suatu inovasi. Pada pihak lain, para pendukung inovasi tertutup mengikuti mantra bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu dengan benar, maka kita seyogyanya melakukannya sendiri.

1.2    Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana  yang dimaksud dengan inovasi terbuka?
1.2.2        Bagaimana perbedaan inovasi terbuka dan inovasi tertutup?
1.2.3        Bagaimana  model – model inovasi terbuka?
1.2.4        Bagaimana  kelebihan dan kelemahan inovasi terbuka?

1.3    Tujuan
1.3.1        Mengetahui apa yang dimaksud dengan inovasi terbuka.
1.3.2        Mengetahui perbedaan antara inovasi terbuka dan inovasi tertutup.
1.3.3        Mengetahui model – model inovasi terbuka.
1.3.4        Mengetahui kelebihan dan kelemahan inovasi terbuka.

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1  Definisi Inovasi Terbuka
2.1.1        Pengertian Inovasi
Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Orang atau wirausahawan yang selalu berinovasi, maka ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahawan yang inovatif.
Seseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. inovatif juga merupakan sikap penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang wirausahawan. Wirausahawan  yang  selalu  melakukan  inovasi dalam usahanya. maka keuntungan dan kesuksesan akan ia dapat. inovatif merupakan implikasi dari karakteristik wirausahawan yang mampu membawa perubahan pada lingkungan sekitarnya. inovatif secara tidak langsung menjadi sifat pembeda antara wirausahawan dengan orang biasa, maupun pengusaha. seorang wirausahawan akan selalu memikirkan untuk melakukan sesuatu yang berbeda, tidak seperti yang dipikirkan dan dilakukan oleh kebanyakan orang. kreatif dan inovatif adalah suatu kemampuan untuk memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomis. baik langsung maupun tidak langsung seorang wirausahawan adalah orang yangmampu membawa perubahan pada lingkunganya. disisi lain ia juga orang yang sanggup menerima perubahan yang terjadi dan menyikapi perubahan tersebut dengan positif. ia juga berani mengambil resiko berhasil ataupun gagal di setiap jalan yang ia ambil. wirausahawan mampu bertahan pada kondisi perekonomian yang sulit dan serba kalut. karena disaat semua resah, ia memiliki kreasi dan inovasi untuk memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomis.
Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal utama yaitu:
1.      Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang pendidikan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari suatu gagasan pemikiran, Ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal.
2.      Produk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih konkret dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan dimplementasikan termasuk hasil inovasi dibidang pendidikan.
3.      Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga buah inovasi itu dapat dirasakan manfaatnya.

Pengertian Inovasi menurut para ahli :
1.      Pengertian Inovasi menurut Everett M. Rogers
Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
2.      Pengertian Inovasi menurut Stephen Robbins
Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.
3.      Pengertian Inovasi menurut Van de Ven, Andrew H
Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan  organisasi.
4.      Pengertian Inovasi menurut Kuniyoshi Urabe
Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon),melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan  keputusan  di dan oleh  organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.
5.      Pengertian Inovasi menurut UU No. 18 tahun 2002
Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
Inovasi mempunyai 4 (empat) ciri yaitu :
1.      Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.
2.      Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar Orsinalitas dan kebaruan.
3.      Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-gesa, namun keg-inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
4.      Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

2.1.2        Pengertian Inovasi Terbuka

Open innovation atau inovasi terbuka merupakan sebuah fenomena yang telah memiliki peran semakin penting baik teori maupun praktek (Enkel, 2009). Pada pusat model open innovation dan konsep innovasi lainnya yang senada adalah bagaimana menggunakan ide dan pengetahuan dari aktor luar dalam proses innovasi  (Lauren and Salter, 2006). Dengan kata lain maksud dari open innovation, bahwa perusahaan perlu membuka batas perusahaan untuk menghadirkan arus pengetahuan bernilai dari luar dalam rangka menciptakan peluang untuk kerjsama proses innovasi dengan rekanan, konsumen dan/atau pemasok (Enkel, 2009).
Open Innovation ini adalah dimana suatu perusahaan dapat mengkomersilkan ide yang dikembangkan sendiri maupun ide yang dikembangkan oleh perusahaan orang lain ataupun sebuah inovasi yang dikembangkan secara kolaborasi. Saat ini Inovasi terbuka adalah sebuah strategi yang cukup banyak diminati oleh beberpa perusahaan, meskipun ada beberapa perusahaan besar pada awal abad 20-an lebih memilih untuk melakukan invasi tertutup (closed innovation) seperti GE, DuPont dan AT&T.
Pada beberapa dekade yang lalu, inovasi terbuka bukanlah pilihan utama dari perusahaan besar, mereka lebih memilih melakukan inovasi terturup dimana divisi R&D  merupakan strategis aset yang dimana dilindungi oleh perusahaan dan mereka cenderung lebih melindungi Intelectual Property (IP) mereka dari kompetitor. Pada Closed Innovation, perusahaan  lebih cenderung mengembangkan dan mengkmersilkan ide yang mereka bangun sendiri. Pada closed innovation, perusahaan memegang erat filosofi :  Successful Innovation Requires Control. 
2.2  Perbedaan Inovasi Terbuka Dengan Inovasi Tertutup
 Closed Innovation Principles
 Open Innovation Principles
 smart people  bekerja untuk perusahaan
Tidak semua yang bekerja untuk perusahaan adalah smart  people
Untuk mendapatkan labadari R&D, perusahaan harus mengembangkan sendiri
Eksternal R&D dapat membuat nilai yang signifikan dan internal R&D dibutuhkan untuk mengklaim beberapa bagian dari nilai tersebut
 Jika menemukan produk tersebut, maka menguasai pasar
Tidak bisa mendapatkan laba hanya dengan riset
 Jika menjadi pertama kali yang mengkomersialkan suatu produk, maka akan menang
 Membuat bisnis model yang lebih baik merupakan lebih baik daripada menjadi yang pertama kali memasui pasar
 Jika membuat produk terbaik di industri maka akan menang
 Jika mampu menjadi yang terbaik dalam membuat penggunaan internal dan eksternal ide, maka akan menang
Perusahaan harus bisa mengontrol IP  sehingga kompetitor tidak mengambil keuntungan dari situ
 Perusahaan harus mendapatkan laba dari penggunaan IP  oleh perusahaan lain dan perusahaan seharusnya membeli IP perusahaan lain untuk keuntungan bisnis
       Maksud dari open innovation, bahwa perusahaan perlu membuka batas perusahaan untuk menghadirkan arus pengetahuan bernilai dari luar dalam rangka menciptakan peluang untuk kerjsama proses innovasi dengan rekanan, konsumen dan/atau pemasok.
       Sebaliknya organisasi yang terlalu focus pada internal akan membahayakan karena akan kehilangan sejumlah peluang karena banyak peluang-peluang datang dari aktivitas luar organisasi atau banyak potensi yang perlu dikombinasikan dengan teknologi eksternal dalam rangka mengoptimalkan potensi perusahaan (Chesbrough, 2003). Dalam model lama closed innovation (innovasi tertutup), perusahaan bertumpu pada asumsi bahwa proses innovasi diperlukan kontrol dari perusahaan. Chesbrough berpendapat bahwa penelitian dan pengem-bangan internal tidak lagi sebagai asset strategic yang bernilai. Chesbrough, Open innovation sebagai “paradigma yang berasumsi bahwa perusahan dapat dan seharusnya menggunakan ide-ide dari luar sebagaimana ide-ide dari dalam perusahaan, dan internal dan eksternal  merupakan jalan menuju pasar, sebagaimana perusahaan memandanag keunggulan atas teknologi mereka.”
Paradigma closed innovation (inovasi tertutup) terkait dengan pola pikir industri ke arah  pengorganisasian R & D telah menyebabkan prestasi penting dan banyak keberhasilan yang bersifat komersial. Keberhasilan masa lalu dari paradigma closed innovation adalah pada kemampuannya untuk memberikan kontrubusi  dan ketekunannya dalam menghadapi perubahan lanskap pengetahuan. Closed innovation adalah pendekatan yang mendasarkan pada focus kedalam, yang cocok dengan lingkungan pengetahuan awal abad kedua puluh. Namun, paradigm ini semakin bertentangan dengan lanskap pengetahuan pada awal  abad kedua  puluh satu. Konsep-konsep ini secara implisit berasumsi bahwa semua kegiatan ini dilakukan dalam perusahaan. Tidak ada jalan lain untuk gagasan yang akan datang ke perusahaan,  juga tidak ada jalan lain untuk produk dan layanan untuk meninggalkan perusahaan.Bila diilustrasikan maka landscape ilmu pengetahuan dalam  closed innovation dapat dilihat pada Gambar di bawah ini
Gambar Landscape Ilmu Pengetahuan Dalam  Closed Innovation
Sumber: Henry W. Chesbrough, Open Innovation, 2003
Open Innovation (Inovasi Terbuka) adalah bahwa ide-ide berharga dapat datang dari dalam  atau luar perusahaan dan bisa pergi ke pasar dari dalam atau luar perusahaan juga. Pendekatan ini menempatkan ide dari eksternal dan jalan ekstrenal  menuju pasar    sama  pentingnya sebagai-mana ide-ide internal dan jalan menuju  pasar selama era Inovasi  Tertutup. Adapun landscape ilmu pengetahuan dalam open innovation dapat dilihat pada Gambar di bawah ini
Gambar Landscape Ilmu Pengetahuan Dalam Open Innovation
Sumber: Henry W. Chesbrough, Open Innovation, 2003
Dalam open innovation, manager dapat mengorganisasi transaksi pengetahuan melalui tiga besar keputusan: (1) knowledge acquisition (membuat atau membeli), (2) knowledge integration (intergasi atau keterkaitan), dan (3) knowledge exploitation (mempertahankan atau jual).  Konsep Open innovation berkaitan erat dengan (1) inovasi berdasarkan konsumen atau pemakai, (2) akumulasi inovasi, (3) perdagangan know-how, (4) manajemen pengetahuan, (5) demokrasi inovasi, (6) inovasi masal, dan (7) distribusi inovasi. Penelitian ini diasumsikan bahwa system inovasi regional dan sektoral bersifat terbuka, dimana ide pengembangan pembaharuan dapat datang dari pihak luar dan dalam, bahkan batas-batas perusahaan dalam konteks system inovasi sudah mulai lentur karena tuntutan interaktsi antar pelaku dalam system inovasi.

2.3  Model-Model Inovasi Terbuka
Pada inovasi terbuka terdapat beberapa strategi untuk mengembangkan bisnis melalui Inovasi Terbuka, terdapat 3 area utama : Funding, Generating, dan Commercializing Innovation.
1.      Funding Innovation : Fokus pada memberikan bantuan (fuel) untuk Semangat Inovasi,  funding innovation terbagi menjadi 2 yaitu :
a.       Innovation Investor  : pada awalnya nnovation Investor adalah corporate R&D tetapi sekarang telah berkembang dan bebererap tipe muncul seperti  Ventire capital firms, angel investor ataupun Small business investment companies.
b.      Innovation benefactors : Tidak seperti investor, benefactor fokus pada tahap awal pada research discovery.
2.      Generating Innovation : strategi ini memiliki 4 tipe organisasi yang biasanya menggunakan ini :
a.       Innovation explorers : spesialisasi dalam melakukan fungsi riset  yang dimana fungsi ini berada di dalam corporate R & D laboratories.
b.      Innovation merchants : fokus pada teknologi yang dapat dirumuskan menjadi IP  sehingga dapat dijual ke perusahaan lain.
c.       Innovation architects : menyediakan vauable service dimana menggunakan teknologi yang rumit yang bertujuan untuk membuat value  untuk customer. Perusahaan mengembangkan suatu arsitek sistem yang dimana banyak perusahaan yang terlibat.
d.      Innovation missionaires : terbagi menjadi orang / organisasi yang membuat atau mengfungsikan suatu teknologi untuk suatu alasan.
3.      Commercializing Innovation
a.       Innovation marketers : sering dilakukan dengan melibatkan beberapa fungsi atau tipe organisasi tetapi perusahaan telah mendefinisikan setiap karakterisitik organisasi untuk mendapatkan keuntungan.
b.      Innovation one-stop center : menyediakan kombinasi produk dan jasa dan perusahaan akan menawarkan ke  customer  dengan harga yang kompetitif.

2.4  Kelebihan dan Kelemahan Inovasi Terbuka
2.4.1        Kelebihan Inovasi Terbuka
Open Innovation menawarkan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain :
1.       Potensi untuk pemasaran viral
2.       Terdapat potensi peningkatan produktivitas pembangunan
3.       Penggabungan pelanggan di awal proses pembangunan
4.       Meningkatkan akurasi untuk riset pasar dan penargetan pelanggan
5.       Potensi sinergisme antara inovasi internal dan eksternal
6.       Mengurangi biaya melakukan penelitian dan pengembangan
2.4.2        Kekurangan Inovasi terbuka
Menerapkan model inovasi terbuka terkait dengan sejumlah risiko dan tantangan, seperti :
1.       Menyelaraskan strategi inovasi untuk melampaui perusahaan untuk memaksimalkan laba dari inovasi eksternal
2.       Potensi organisasi penyelenggara kehilangan keunggulan kompetitif mereka sebagai konsekuensi dari mengungkapkan kekayaan intelektual
3.       Meningkatnya kompleksitas mengendalikan inovasi dan mengatur bagaimana kontributor mempengaruhi proyek
4.       Mengembangkan cara untuk benar mengidentifikasi dan menggabungkan inovasi eksternal
5.       Kemungkinan mengungkapkan informasi tidak dimaksudkan untuk berbagi

BAB  III
PEMBAHASAN

3.1   Analisis tentang Inovasi Terbuka
Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.
Open Innovation ini adalah dimana suatu perusahaan dapat mengkomersilkan ide yang dikembangkan sendiri maupun ide yang dikembangkan oleh perusahaan orang lain ataupun sebuah inovasi yang dikembangkan secara kolaborasi. Saat ini Inovasi terbuka adalah sebuah strategi yang cukup banyak diminati oleh beberpa perusahaan.
Open innovation atau inovasi terbuka merupakan sebuah fenomena yang telah memiliki peran semakin penting baik teori maupun praktek (Enkel, 2009). Pada pusat model open innovation dan konsep innovasi lainnya yang senada adalah bagaimana menggunakan ide dan pengetahuan dari aktor luar dalam proses innovasi  (Lauren and Salter, 2006).
Contoh prusahaan yang memakai invasi terbuka ialah perusahaan Lego.
Lego berasal dari Denmark, sebuah perusahaan keluarga yang sangat sukses. Dengan CEO Kjeld Kirk Kristiansen, pada tahun 1990 an berkembang luar biasa, merambah kesemua lini bisnis, dan menjadi sangat terkenal diseluruh dunia.


3.2  Analisis tentang Perbedaan Inovasi Terbuka dengan Inovasi Tertutup
 Closed Innovation Principles
 Open Innovation Principles
 smart people  bekerja untuk perusahaan
Tidak semua yang bekerja untuk perusahaan adalah smart  people
Untuk mendapatkan labadari R&D, perusahaan harus mengembangkan sendiri
Eksternal R&D dapat membuat nilai yang signifikan dan internal R&D dibutuhkan untuk mengklaim beberapa bagian dari nilai tersebut
 Jika menemukan produk tersebut, maka menguasai pasar
Tidak bisa mendapatkan laba hanya dengan riset
 Jika menjadi pertama kali yang mengkomersialkan suatu produk, maka akan menang
 Membuat bisnis model yang lebih baik merupakan lebih baik daripada menjadi yang pertama kali memasui pasar
 Jika membuat produk terbaik di industri maka akan menang
 Jika mampu menjadi yang terbaik dalam membuat penggunaan internal dan eksternal ide, maka akan menang
Perusahaan harus bisa mengontrol IP  sehingga kompetitor tidak mengambil keuntungan dari situ
 Perusahaan harus mendapatkan laba dari penggunaan IP  oleh perusahaan lain dan perusahaan seharusnya membeli IP perusahaan lain untuk keuntungan bisnis
Saat ini Inovasi terbuka adalah sebuah strategi yang cukup banyak diminati oleh beberpa perusahaan, meskipun ada beberapa perusahaan besar pada awal abad 20-an lebih memilih untuk melakukan inovasi tertutup (closed innovation) seperti GE, DuPont dan AT&T.
Pada Closed Innovation, perusahaan  lebih cenderung mengembangkan dan mengkmersilkan ide yang mereka bangun sendiri. Pada closed innovation, perusahaan memegang erat filosofi :  Successful Innovation Requires Control. 
Contoh prusahaan yang memakai invasi terbuka ialah perusahaan Lego. Lego berasal dari Denmark, sebuah perusahaan keluarga yang sangat sukses. Dengan CEO Kjeld Kirk Kristiansen, pada tahun 1990 an berkembang luar biasa, merambah kesemua lini bisnis, dan menjadi sangat terkenal diseluruh dunia. Yang tidak diketahui orang adalah pada 1998 sampai 2004 perusahaan ini sedang dalam krisis finansial yang hebat. Satu hari bisa terjadi kerugian 250.000 Euro. Supply chain yang buruk tertinggal 10 tahun, layanan pelanggan yang tidak prima, expansi yang tidak jelas ke video game, dan tidak adanya inovasi yang tepat, membuat Lego hampir celaka. Pada 2004, perpindahan tangan jabatan CEO dari Kjeld Kirk Kristiansen, cucu pendiri Lego ke seorang bekas konsultan Mckensey, Jørgen Vig Knudstorp, memberikan angin segar yang akhirnya mampu membuat Lego menjadi perusahaan hebat kembali.
Lego kini hanya fokus pada satu produk saja, dan mengembangkannya dengan cermat dan tepat. Produk lainnya telah di “outsource” kan kepada pihak yang lebih mampu. Dari Legoland, Lego Hotel, Lego komik, sampai Lego Movie, semua adalah kerjasama Lego dengan pihak luar. Lego Serious Play, LSP, adalah sebuah metode pelatihan yang menggunakan Lego Bricks sebagai alat bantu untuk lebih membangun gairah peserta, untuk lebih membuat peserta mampu mengeluarkan idea, identitas diri, dan pemikirannya, dan untuk lebih membuat peserta bisa berkolaborasi dalam membuat strategi kerja yang terbaik.
3.3  Analisis Tentang Model-Model Inovasi Terbuka
Pada inovasi terbuka terdapat beberapa strategi untuk mengembangkan bisnis melalui Inovasi Terbuka, terdapat 3 area utama : Funding, Generating, dan Commercializing Innovation
1.      Funding Innovation : Fokus pada memberikan bantuan (fuel) untuk Semangat Inovasi,  funding innovation terbagi menjadi 2 yaitu :
a.       Innovation Investor  
b.      Innovation benefactors
2.      Generating Innovation : strategi ini memiliki 4 tipe organisasi yang biasanya menggunakan ini :
a.       Innovation explorers
b.      Innovation merchants
c.       Innovation architects
d.      Innovation missionaires
3.      Commercializing Innovation
a.       Innovation marketers
b.      Innovation one-stop
Model yang di pakai oleh perushaan Lego yaitu Generating Innovation : strategi ini memiliki 4 tipe organisasi yang biasanya menggunakan ini :
a.       Innovation explorers : spesialisasi dalam melakukan fungsi riset  yang dimana fungsi ini berada di dalam corporate R & D laboratories
b.      Innovation merchants : fokus pada teknologi yang dapat dirumuskan menjadi IP  sehingga dapat dijual ke perusahaan lain
c.       Innovation architects : menyediakan vauable service dimana menggunakan teknologi yang rumit yang bertujuan untuk membuat value  untuk customer. Perusahaan mengembangkan suatu arsitek sistem yang dimana banyak perusahaan yang terlibat
d.      Innovation missionaires : terbagi menjadi orang / organisasi yang membuat atau mengfungsikan suatu teknologi untuk suatu alasan
3.4              Kelebihan dan Kelemahan Inovasi Terbuka
Kelebihan Inovasi Terbuka
Open Innovation menawarkan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain :
1.      Potensi untuk pemasaran viral
2.      Terdapat potensi peningkatan produktivitas pembangunan
3.      Penggabungan pelanggan di awal proses pembangunan
4.      Meningkatkan akurasi untuk riset pasar dan penargetan pelanggan
5.      Potensi sinergisme antara inovasi internal dan eksternal
6.      Mengurangi biaya melakukan penelitian dan pengembangan
Kekurangan Inovasi terbuka
Menerapkan model inovasi terbuka terkait dengan sejumlah risiko dan tantangan, seperti :
1.      Menyelaraskan strategi inovasi untuk melampaui perusahaan untuk memaksimalkan laba dari inovasi eksternal
2.      Potensi organisasi penyelenggara kehilangan keunggulan kompetitif mereka sebagai konsekuensi dari mengungkapkan kekayaan intelektual
3.      Meningkatnya kompleksitas mengendalikan inovasi dan mengatur bagaimana kontributor mempengaruhi proyek
4.      Mengembangkan cara untuk benar mengidentifikasi dan menggabungkan inovasi eksternal
5.      Kemungkinan mengungkapkan informasi tidak dimaksudkan untuk berbagi
Kelebihan Inovasi Terbuka Tehadap Perusahaan Lego
Pada 2004, perpindahan tangan jabatan CEO dari Kjeld Kirk Kristiansen, cucu pendiri Lego ke seorang bekas konsultan Mckensey, Jørgen Vig Knudstorp, memberikan angin segar yang akhirnya mampu membuat Lego menjadi perusahaan hebat kembali. Lego kini hanya fokus pada satu produk saja, dan mengembangkannya dengan cermat dan tepat. Produk lainnya telah di “outsource” kan kepada pihak yang lebih mampu. Dari Legoland, Lego Hotel, Lego komik, sampai Lego Movie, semua adalah kerjasama Lego dengan pihak luar. Lego Serious Play, LSP adalah sebuah metode pelatihan yang menggunakan Lego Bricks sebagai alat bantu untuk lebih membangun gairah peserta, untuk lebih membuat peserta mampu mengeluarkan idea, identitas diri, dan pemikirannya, dan untuk lebih membuat peserta bisa berkolaborasi dalam membuat strategi kerja yang terbaik.
Kekurangan Inovasi terbuka Terhadap Perusahaan Lego
Dengan CEO Kjeld Kirk Kristiansen, pada tahun 1990 an berkembang luar biasa, merambah kesemua lini bisnis, dan menjadi sangat terkenal diseluruh dunia. Yang tidak diketahui orang adalah pada 1998 sampai 2004 perusahaan ini sedang dalam krisis finansial yang hebat. Satu hari bisa terjadi kerugian 250.000 Euro. Supply chain yang buruk tertinggal 10 tahun, layanan pelanggan yang tidak prima, expansi yang tidak jelas ke video game, dan tidak adanya inovasi yang tepat, membuat Lego hampir celaka.

BAB IV
KESIMPULAN

4.1   Kesimpulan
Open Innovation ini adalah dimana suatu perusahaan dapat mengkomersilkan ide yang dikembangkan sendiri maupun ide yang dikembangkan oleh perusahaan orang lain ataupun sebuah inovasi yang dikembangkan secara kolaborasi.
Terdapat beberapa prinsip yang membedakan antara inovasi terbuka dengan inovasi tertutup salah satunya adalah dalam inovasi tertutup untuk mendapatkan labadari R&D perusahaan harus mengembangkan sendiri, sedangkan dalam inovasi terbuka Eksternal R&D dapat membuat nilai yang signifikan dan internal R&D dibutuhkan untuk mengklaim beberapa bagian dari nilai tersebut.
Pada inovasi terbuka terdapat beberapa strategi untuk mengembangkan bisnis melalui Inovasi Terbuka, terdapat 3 area utama : Funding, Generating, dan Commercializing Innovation
Open Innovation menawarkan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain Terdapat potensi peningkatan produktivitas pembangunan, sedangkan menerapkan model inovasi terbuka terkait dengan sejumlah risiko dan tantangan, seperti potensi organisasi penyelenggara kehilangan keunggulan kompetitif mereka sebagai konsekuensi dari mengungkapkan kekayaan intelektual
4.2  Saran
Sebaiknya perusahaan membuka pengetahuan dari luar dalam rangka menciptakan peluang untuk proses innovasi, karena perusahaan telalu fokus pada internal akan membahayakan dan kehilangan sejumlah peluang karena banyak peluang-peluang datang dari aktivitas luar.